;;;

Bismillah untuk ini..

“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah tauladan kami., Alquran Undang-Undang kami.. Jihad itu jalan hidup kami Mati di Jalan Allah Cita2 kami TerTinggi..”

IKHTIAR..

Bernilainya Ikhtiar bukan nampak dari hasil yang diraih. Melainkan dari proses yang benar dan dilakukan secara ikhlas berlandaskan ke Tauhidan kepada Allah Ta'ala.

Jadilah Seperti PENSIL..

Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

HAI SAHABAT..

Kadang Suatu Perpisahan Disertai Dengan Tetesan Air Mata.. Tapi Ingatlah, Sahabat Sejati Tak Akan Melupakanmu, Meskipun Ku Tak Lagi Mengingat Namamu, Tapi Ku Akan Mengenang Masa Lalu Bersama Teman Terbaik Yaitu Dirimu.. :)

KECERDASAN..

Kecerdasan Bukanlah Sebuah Keistimewaan. Tapi Kecerdasan ialah Sebuah Karunia Yang Sangat Istimewa dari Allah Ta'ala.. Karna itu Janganlah Berbesar Kepala, Kapanpun, Dimanapun Dan Apapun Allah Bisa Mengambil Semuanya Termasuk Kecerdasan..

Air Putih

0 komentar

Sewaktu saya masih kecil dulu, saya heran kenapa dulu orang tua saya selalu meminta saya utk membawa air putih di dalam teko ketika ada
acara pengajian atau acara sholawatan di Mesjid dekat rumah ? Yang lebih mengherankan lagi " Air Putih " tsb harus saya minum bersama
saudara2 saya ? Katanya biar "Berkah".
Apa hubunganya ? Pikirku waktu itu ? " Pengajian dan Sholawatan dgn Air
Putih ? Tapi karena perintah orang tua...yah...sud ah diikutin saja...biar
Beliau senang hati...he..he..

Nah...ada satu hal lagi yg agak aneh,... kalau badan saya agak panas, tdk jarang ibu membawa saya ke Guru Ngaji setempat, dan minta air putih
utk didoakan dan saya diminta utk segera meminum air tsb ....he..he..nga lahin dokter aja saya pikir ?..

Tapi kini... setelah beberapa puluh tahun kemudian, baru tersingkap secara
ilmiah bahwa perintah orang tua tsb ternyata bukan tanpa dasar,
ada kandungan Hikmah dan Rahasia Besar yg terkandung di dalamnya...
Adalah Dr. Masaru Emoto Dalam bukunya The Hidden Message in Water
menguraikan bahwa air ternyata bersifat bisa merekam pesan, seperti pita
magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan,
semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan
bisa menyembuhkan si sakit.

Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar
sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan,
menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang
ada di tubuh si sakit dan Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air.
Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22%
air.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di
Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar
PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret
2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca"
tulisan, dan bisa "mengerti" pesan.

Air putih galon di rumah, bila setiap hari didoakan dengan khusyu kepada
Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar
suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh
meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin
Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari.

Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan
melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum
supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk
menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah !..... Pantaslah air
zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan
manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Kembali ke Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama yg dgn tekun
melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di
Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto,
lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan
mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air
membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan
membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)"
di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk
sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang,
"Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama.
Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik
Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga,
tapi ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristalnya jadi hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan
sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan
indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam
dengan lima cabang daun muncul berkilauan sedemikian indahnya.... Subhanallah…..

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan
tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan,
daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu
disingkap manusia.

Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air
wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun
wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan
jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air.
Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan
kita cemari. Astaghfirullah. "Jadi, Jika kita ingin air terasa manis,
masukkan gula, jika ingin air berwarna maka masukan pewarna dan jika ingin air itu mulia, maka
masukanlah ayat-ayat yang mulia kedalamnya" Subhanallah…

Maha Suci ALLAH yang telah menurunkan AL-Qur'an, dan mengirimkan
kita seorang Nabi mulia, Rasulullah, Muhammad Saw. Semoga ALLAh
senantiasa memberikan kita hidayah dan rahmat-Nya, sehingga kita
menjadi hamba-Nya yang senantiasa selalu ingat dan berdzikir kepada-
Nya. Aamiin

sumber: fanspage kaligrafi

Jakarta ''Kembali'' Banjir

0 komentar

Sudah tidak asing lagi telinga ini mendengar berita tentang Jakarta Kebanjiran. Disetiap tahunnya, kota yang selalu menjadi pusat perekonomian negara RI ini tidak pernah absen dalam hal banjir. Iya sekarang saja baru memasuki tahun 2014 di bulan Januari ini, kembali terulang. Sebenarnya masalah banjir di ibukota tercinta ini sudah ada sejak masih penjajahan Belanda. Pada saat itu pemerintah Belanda sudah mencoba beberapa cara untuk menghentikan banjir, diantaranya membuat banjir kanal barat dan pintu air manggarai. Tapi ada daya, itu semua tidak berhasil.. Lihat saja sekarang kita masih bisa melihat dan menikmati jakarta masih terendam air ketika musim hujan turun..

Setiap masalah terjadi, pasti ada sebab akibatnya. Lalu apa yang menjadi penyebab masalah banjir di Batavia yang kini berganti nama menjadi Jakarta ? Berikut ini ulasan saya mengenai faktor banjir
melanda jakarta :

1. Sampah

Yah ini faktor terbesar yang menyebabkan air tersumbat. Begitu
rendahnya kesadaran warga Jakarta akan membuang sampah. Bayangkan saja
setiap warga jakarta membuang SATU sampah sembarangan, ini baru satu
sampah belum dua belum tiga dan seterusnya.. Haduuh entah bagaimana
nasibnya untuk generasi mendatang. Faktor membuang sampah ini seolah
menjadi tradisi, tak takut akan hal bahaya banjir yang kelak melanda.
Inilah kota Jakarta, melihat depannya ada yang membuang sampah
sebarangan yang di belakangnya ikut-ikutan.. hmm -__-

2. Alam atau Lingkungan

Yang pertama faktor geografis, kota Jakarta datarannya itu lebih
rendah dari permukaan laut, sehingga air mudah untuk masuk ke daratan.
Lalu Jakarta juga banyak di lalui sungai-sungai saya cari di google
sih sekitar 13 sungai melintang dikota Jakarta ini. Sungai di Jakarta
kan mampet karna sampah, klo begitu jelas sudah. Dan yang terakhir
adalah hujan, ketika musim hujan di Jakarta, curah hujannya cukup
deras dan sudah tidak bersahabat lagi rasanya. Mungkin ini juga akibat
dari efek pemanasan global. Tapi itu semua sudah menjadi skenario
Allah SWT :)

3. Pemerintah

Meskipun ini bukan salah satu penyebab besar akibat banjirnya kota
Jakarta ini, tapi faktor Pemerintah juga harus disalahkan karena harus
bertanggungjawab atas yang terjadi pada daerah kekuasaannya. Menurut
saya, pemerintah kurang cekatan dalam menangani banjir ini. Banjir di
Jakarta memang bukan masalah kecil dan butuh proses lama untuk
menyelesaikan ini. Meskipun cara demi cara sudah dilakukan dan
menggunakan anggaran yang besar tapi apa belum menghasilkan apa-apa.
Pemerintah harus jeli melihat peluang efektif untuk menangani banjir
ini.

Ya menurut saya sih, itulah ketiga faktor yang menjadi penyebab utama banjir di Ibukota Jakarta ini. Jika sudah memberikan kritikan rasanya tidak adil jika tidak memberikan saran. Untuk itu inilah saran-saran positif dari saya, semoga dengan saran ini Jakarta tidak ''Lagi'' Banjir, aamiin. Berikut sarannya :

1. Mengenai sampah

Mau tidak mau rasanya kita harus melupakan yang namanya Gengsi, bahasa
alusnya mungkin lebih jangan malu-malu. Kenapa harus tidak boleh
gengsi? Apa hubungannya dengan sampah? Dengarkan baik-baik, jika kita
memakan 1 buah permen lalu tidak menemukan tempat sampah apa yang
kebanyakan orang lakukan? Tentu buang sembarangan bukan.. Ini hal
kecil atau dasar loh tapi masih banyak orang yang kurang sadar. Jika
ini terjadi pada kalian, cobalah untuk menyimpan sampah bungkus permen
itu di dalam kantong hingga menemukan tempat sampah. Tidak usah malu
atau gengsi dengan itu Kebersihan kan Sebagian Dari Iman, InsyaAllah
dari situ kita akan belajar lebih menghargai alam dan tidak membuang
sampah sembarangan. Itu dasar tapi penting, yuk sama-sama belajar.. :)

2. Alam ini kan sudah Kuasa Allah jadi harus banyak-banyak berdoa saja
kepada Sang Pencipta Jakarta ini, Indonesia ini, Dunia ini, Seluruh
Jagad Raya.. Banjir ini masalah kecil buat Allah.. Apa sih yang enggak
buat Allah..

3. Pemerintah

Pemerintah tampaknya harus ikut terjun langsung merasakan korban
banjir, bukan hanya planning ini itu saja tapi tidak merasakan derita
sesungguhnya. Tapi yang saya lihat kini, Pemerintah khususnya Pak
Jokowi ini selaku Gubernur Jakarta sudah melakukannya. Jempol deh buat
bapak. :) Pemerintah juga harus buat peraturan yang tegas untuk
membuang sampah sembarangan. Dan melakukan Inovasi-inovasi kreatif
dalam hal banjir ini agar tidak akan lagi dan lagi kota yang harusnya
Indah Makmur terendam banjir lagi.. Aamiin..

Wahai jakarta, semoga kami tidak lagi mendengar berita-berita banjir yang tertuju kepadamu.. :)

Te
rima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat..aamiin

Tentang Cincin Pernikahan

0 komentar

Mengapa Cincin Pernikahan Berada Di Jari Manis ?
Ini bukan mitos tapi keajaiban, coba ikuti langkah-langkah berikut :

1. Gabungkan ke dua telapak tangan kita, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam.

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai...Lima pasang jari tetapi akan ada hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan.

4. Cobalah membuka IBU JARI kita. Ibu jari mewakili ORANG TUA. Ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari kita. Kemudian buka jari TELUNJUK kita. Jari telunjuk mewakili KAKAK & ADIK. Mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk kita. Lalu buka jari KELINGKING.
Jari kelingking ini mewakili ANAK ANAK. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.

7. Selanjutnya, tutup jari kelingking kita. Dan cobalah buka JARI MANIS kita, tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan kita.

Pasti kita akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka Mengapa ?
Karena jari manis mewakili SUAMI ISTRI.
Selama hidup, kita dan pasangan kita akan melekat satu sama lain.

~Oleh Karena itu Selama Masih Ada Waktu, Jangan Sia-Siakan dan Jangan
Sakiti Pasangan Kita. Berusahalah Untuk Membahagiakan Pasangan Kita,
Baik dalam Suka Maupun Duka.

"Selamat mencoba guys"

Syaikh ABdul Qodir Jailani memfatwakan dalam al-Ghunyah bahwa:
Dimakruhkan memakai cincin di jari tengah dan jari telunjuk. hal ini
didasarkan pd riwayat yg menyebutkan bahwa Rosulullah saw telah
melarang hal itu. dan dianjurkan memakai cincin di jari manis tangan
sebelah kiri. sesuai dg riwayat Abu Daud bahwa Nabi saw memakai cincin
ditangan sebelah kiri, sedang batu matanya berada di bagian telapak
tangan. pemakaian cincin di tangan kiri adalah karena tangan kanan
digunakan untuk menerima segala sesuatu. disamping itu cara tersebut
akan lebih melindungi cincin dan tulisan yg ada padanya..

 

Coffee Tiwus © 2011 Design by Putro Sapno Pamungkas